Tampilkan postingan dengan label Pikiran dan Aksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pikiran dan Aksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2019

Cita-cita Anarkisme dan Masyarakat Madani ala Cak Nur

sumber google


Di media online saya membaca Kapolri lagi serius mencari tahu gerakan anarkis sindikalis di Indonesia. Gegara aksi vandalisme saat peringatan hari buruh 1 Mei lalu, anak-anak inipun mulai jadi target pengejaran.

Saya senyum-senyum melihat keseriusan dan kepanikan jenderal polisi itu dengan serius-seriusnya itu. Sambil ngomong kalau gerakan ini sudah lama berlangsung. Kasi dong pak Tito itu buku Perang yang Tak Pernah Dimenangkan dong.

Lagian kalau udah lama kenapa baru kemarin seriusnya. Selama ini mereka gak dianggap. Apa udah capek ngejar teroris jadi lebih senang menggunduli anak anak arco itu?

Lagian juga kenapa vandalismenya bikin sewot. Pesannya kek yang diseriusi. Lagian kalau serius belajar tentang anarkisme sindikalis itu, kok malah sibuk nyari pemimpinnya? Emang gak tahu kalau gerakan itu anti hirarki? Emang dikira itu BEM kampus yang punya ketua umum? Emang itu ormas yang punya ketua atau pimpinan yang tingggal tangkap pimpinannya atau sumpal duit dan beasiswa ketumnya maka gerakannya dengan sendirinya bisa ditumpas atau dijinakkan.

Salah satu anak anarko di Makassar yang saya perlihatkan pernyataan Kapolri itu terbahak bahak membaca keseriusan bapak bapak polisi kita.

Tapi saya tidak mau ngurus keseriusan bapak polisi yang memang tak akan pernah dianggap oleh anak anarko - sama jangan pernah berharap anak punk sejati bakal mau ngisi acara parpol atau hut bhayangkari- jadi pasti deh pak polisi bakal bertepuk sebelah tangan nantinya.

Saya cuma lagi tertarik ngomong perjuangan anarkisme ini secara umum yang saya pikir kok jadi mirip konsrp negara madaniah. Tapi ini berbeda dengan penafsiran nurcholis madjid tentang negara madani ala Rasulullah.

Eh iya. Ini kan mumpung ramadan jadi boleh dong kita ngomong berbau Islami dikaitkan dengan isu gerakan anarko itu. Ahlak alquran kalau kata Aisyah RA, istri Nabi Muhammad adalah ahlak rasulullah. Maka ada watak anarko dalamnya. Rasulullah menolak perbudakan dan tirani. Rasul menolak eksplotasi manusia. Ini terbukti dari pembebasan Bilal, budak yang dimerdekan dan menjadi sahabat rasulullah yang terkenal dengan suara azannya itu.

Rasulullah juga mengakui hak individu. Kamu harus makan dari hasil kerjamu. Kamu harus membela hak individumu. Dan orang harus menghormati hak individu orang lain.

Hirarki juga tak terlalu diminati Rasullulah. Karena alquran memberitahukan bahwa manusia adalah sama. Perbedanya di mata Tuhan hanya nilai takwa. Dalam pengaturan masyarakat pun, Rasullulah lebih mendialogkan urusan muammalah itu ketimbang memerlukan sebuah birokrasi pelik ataupun membuat sebuah pemerintahan negara. Mungkin karena Nabi Muhammad hidup di jazirah arab yang sistem masyarakatnya terbentuk dari kabilah yang terdiri dari kelompok kelompok masyarakat berdasarkan klan keluarga. Karena isinya penduduk mekkah adalah kumpulan klan klan keluarga.

Ketika ummat muslim pengikut Muhammad berhijrah mke kota Yastrib - yang kemudian berubah nama jadi madinah- masyarakat terdiri dari kelompok ansar dan muhajirin, yakni antara masyarakat asli Yastrib dan kelompok ummat muslim yang ikut hijrah. Diluarnya ada kaum nasrani yahudi dan suku-suku lain. Lalu untuk mengatur masyarakat tersebut disepakati sebuah piagam madinah. Piagam ini secara umum mengatur bagaimana masyarakat berhubungan dengan menghormati hak bersama dan hak individu.

Rasullulah adalah tempat bertanya secara spiritual dan muammalah. Beberapa kewenangan dia serahkan kepada ahlinya kepada yang ahli perang, negosiasi, kecerdasan, keuangan. Sementara beliau tetap harus mencari nafkah untuk keluarganya tidak karena, beliau Nabi lalu dapat fasilitas dan tunjangan. Bahkan dibandingkan sahabat-sahabatnya beliau jauh dari kategori kaya. Bagaimana bisa dibilang kaya kalau kadang harus (terpaksa) berpuasa karena di rumahnya tak ada makanan. Bagaimana bisa dibilang kaya bila beliau kadang tak bisa membantu keluarga anaknya Fatimah yang kehabisan makanan di rumah tangganya bersama Ali Bin Abu Thalib bersama dua cucunya Hasan dan Husain.

Sistem khilafah selepas Rasullulah wafat sendiri baru terbentuk. Hal inippun tidak terdiri dari sebuah sistem birokrasi yang ribet dan begitu hirarki. Hanya saja sistem kekhalifaan tersebut semakin kompleks lalu menjadi mirip sistem aristokrasi ala jasirah arab yang bahkan meninggalkan karakter tribalisme di daerah padang pasir tersebut.

Nah, bila Nurcholis Madjid berkata bahwa Islam tidak mengenal negara Islam hanya masyarakat madani bercorak Islam, bukankah itu sesuai dengan cita-cita Anarkisme menolak negara dan menyerahkan pengaturan masyarakat kepada kelompok - kelompok masyarakat?

Karena puasa membuat kita kurang bisa mikir terlalu keras, sebaiknya kecurigaan saya dipikirkan setelah buka puasa. Semoga bicara sedikit anarkisme ini memberi hikmah di bulan penuh berkah ini.

Walahauahlam Bishawab

cari

Memisahkan Pisang Ijo dari Sirup DHT, Itu Jahat!

Bulan ramadan yang akan membuat orang-orang Bugis Makassar di perantauan termehek-mehek pasti salah satunya adalah pisang ijo. Penganan t...

Jelajah Kopi

Jelajah Kopi
menjelajah kopi ke festival kopi