Rabu, 31 Oktober 2018

Cara Sendu Kehilangan Ketidakbahagian





(oleh : IRWAN.AR)
Pada pematang, kakiku berjalan di tanah yang lesap ke kulit dan basah. Pada pematang pagi belia, terlalu awal. Tetapi bagaimanapun dogmadogma selalu jadi ritus sarapan kita.

Diantara bulir padi ada kenangan masam hendak berlepasan dari senyum yang baru saja berpapasan ketika dengan binar engkau berkata: ini musim omong kosong, pembual bertebaran dari baliho dan papanpapan reklame. mememekak dari kotak tivi.

Pada pematang aku menyeret kaki melangkah jauh, bukan pergi atau pulang. Hanya sesat dalam sesak semak semak.

Lalu kita menghitung bulirbulir air mata dari mata air perasaan yang menganga. Tetapi betapa kufurnya kita yang menyembah perasaan dengan menghitung bilangan. Bukankah begitu cara kita kehilangan kebahagiaan?
Lalu aku menyudahi rasa sakit dan ketidakbahagian dengan terbang tak kembali pada pematang.
(2018)

nb: puisi ini telah diterbitkan dalam buku antologi puisi "Kuantar Kau Ke Makassar" untuk Fiction Writer F8 Makassar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

cari

Memisahkan Pisang Ijo dari Sirup DHT, Itu Jahat!

Bulan ramadan yang akan membuat orang-orang Bugis Makassar di perantauan termehek-mehek pasti salah satunya adalah pisang ijo. Penganan t...

Jelajah Kopi

Jelajah Kopi
menjelajah kopi ke festival kopi