Rabu, 31 Oktober 2018

Membaca Renungan Ramadan Ami Ibrahim





Saya berada di titik diri yang paling tergerus ketika terdampar di sudut dalam kafe kopisentris.

Lalu saya membaca sebuah novel karya Dag Solstad, novelis Norwegia yang banyak bercerita tentang keterasingan dalam masyarakat kontemporer.

Selang selingnya saya Membaca metamorfosa yang menjadi semacam petunjuk-tidak-teknis perihal merasakan rasa lapar dan atmosfir puasa itu sendiri.

Ulasan seorang penyair dan perenung hidup (dengan segenap hiruk pikuknya) diocehkanlah dengan liris lalu lintas perasaannya tentang makna ramadan bagi diri seorang kakak @ami_ibrahim iyya bukan penkhotbah resmi di bulan ramadan sebab ia bukan sarjana dakwah islam, apalagi juga bukan ahli tafsir lulusan al-azhar yang punya kewenangan otoritatif hal fiqiah perihal ibadah puasa.

Namun ia bisa saja mencuil selembar dua lembar perasaannya dan pikirannya tentang rasa lapar dan atomosfir ramadan itu sendiri. Maka dia mesti dibaca sebagai tafsir seorang penyair atas rasa lapar nya.

Walaupun tulisan di metamorfosis didaku ulasan ringan, namun malah seringkali memantik pikiran atau bahkan menjerumuskan kita kedalam permenungan yang menjadi semacam upaya sublimasi kehidupan.

Tak percaya? Bacalah metamorfosis karya Ami Ibrahim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

cari

Memisahkan Pisang Ijo dari Sirup DHT, Itu Jahat!

Bulan ramadan yang akan membuat orang-orang Bugis Makassar di perantauan termehek-mehek pasti salah satunya adalah pisang ijo. Penganan t...

Jelajah Kopi

Jelajah Kopi
menjelajah kopi ke festival kopi